Passion: Antara Harapan dan Realita

Secara istilah passion adalah perasaan emosional, antusiasme dan hasrat yang kuat terhadap suatu hal. Passion tidak sama dengan hobi yang sifatnya lebih kepada hiburan. Saat anda menyukai sesuatu dan ingin menekuninya lebih dalam bahkan ingin hal tersebut menjadi jalan hidup anda, maka itulah passion anda.

(Sumber: Facebook)

Demi passion anda rela mengabiskan banyak waktu, tenaga bahkan materi. Passion seperti bahan bakar bagi kendaraan. Semakin banyak, semakin lama dan jauh anda bisa mengendarai kendaraan tersebut. Begitu juga pekerjaan. Jika pekerjaan yang anda geluti bukanlah passion anda, anda tidak akan begitu berkembang bahkan anda bisa saja akan keluar dari pekerjaan itu.

Passion tidak bisa dipaksakan dan unik. David Beckham mempunya tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Ketiga anak laki-lakinya disekolahkan di sekolah sepak bola. Namun dalam perkembangannya anak sulungnya yang bernama Brooklyn yang bermain di akademi sepakbola Arsenal memiliki prestasi yang kurang bagus dan akhirnya memutuskan untuk terjun ke bidang hiburan. Anda tidak selalu harus memiliki passion yang sama dengan passion orang tua anda meskipun orang tua anda adalah seorang yang sangat ahli bahkan terkenal di bidangnya. Memang orang tua bisa mengkondisikan anaknya untuk menyukai bidang tertentu tapi bisa jadi itu bukan jati diri mereka.

Namun passion selalu diliputi ironi. Saat kita disarankan untuk bekerja di bidang yang menjadi passion kita, kenyataannya tidak semua passion kita itu dapat menghidupi. Bahkan sulit untuk mencari atau membuka lapangan kerja yang berhubungan dengan passion kita tersebut. Hal seperti inilah yang membuat banyak orang frustasi dan lebih memilih pekerjaan lain yang menjanjikan. Banyak kita temui di ajang pencarian bakat orang orang yang pandai menyanyi namun bukan berprofesi sebagai penyanyi. Mereka melakukan hal itu karena sadar akan peluang dan kesempatan berkarir sebagai penyanyi tidaklah mudah.

Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan bersikap realistis. Jika passion anda tidak bisa menghidupi anda, carilah pekerjaan yang lebih menghidupi namun dekat dengan passion anda. Yakinlah perlahan anda akan mencintai pekerjaan tersebut.

Passion bersifat fleksibel. Bisa jadi saat anda menekuni sebuah pekerjaan pada awalnya anda tidak menyukainya sama sekali. Namun seiring berjalannya waktu anda bisa saja menemukan passion anda disana. Anda perlahan mulai mau belajar dan merancang sebuah rencana untuk bisa benar-benar ahli dan menguasai bidang tersebut. Anda mulai menemukan cinta anda.

Hidup hanya sekali, maka jdilah yang terbaik dengan versi anda sendiri. Cintai apa yang anda kerjakan. Kerjakan apa yang anda cintai.

Kereta Ciremai Ekspres, 18.30 WIB

Passion: Antara Harapan dan Realita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s