Kronos Dan Kairos Yang Hebat


Mungkin ada sebagian anda mengerutkan kening ketika membaca dua kata itu; kronos dan kairos. Dua kata tersebut berbahasa Yunani yang keduaduanya berarti waktu. Dalam bahasa Yunani waktu di artikan kedalam dua kata yang berbeda yaitu Kronos yang berarti urutan waktu yang berjalan secara otomatis (kronologi), dan Kairos yang berarti hakikat waktu, saat/momen di dalam waktu, yang tidak akan pernah terulang kembali. Sebenarnya tidak ada masalah sama sekali dengan kedua kata itu, saya menggunakan kedua kata itu hanya untuk memancing perhatian anda saja dan tentunya agar tulisan ini terlihat lebih menarik.

Waktu adalah elemen kehidupan yang sangat menarik menurut saya. Betapa tidak, dia (waktu) adalah satu-satunya hal yang paling konsisten: dalam satu hari selalu ada 24 jam, dalam 1 jam selalu terdiri dari 60 menit, dalam setiap menit selalu terdiri dari 60 detik, begitu seterusnya dari sejak jaman manusia pertama hingga sekarang, tidak pernah berubah sama sekali. Dia tidak pernah terhenti walau satu detik pun, tidak pernah terulang walau kekejap matapun, dan takkan pernah bisa dipercepat walau semenitpun.

Ikan membutuhkan air dan manusia membutuhkan udara. Namun jarang kita sadari bahwa kita juga ternyata membutuhkan waktu. Ya, karena tidak ada waktu berarti tidak ada kehidupan. Kita hidup karena tuhan masih memberi kita waktu untuk hidup. Setiap makhluk memiliki masanya, setiap makhluk memiliki periodenya. Seperti halnya dinausaurus, manusia juga akan punah. Mereka para dinausaurus mati karena memang tuhan sudah menentukan bahwa waktu mereka sudah habis. Dan ini menunjukkan bahwa waktu juga merupakan kebutuhan kita yang mendasar.

Makadari itu, waktu kita juga bisa aritakan sebagai modal. Sukses atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari bagaimana dia memanfaatkan salah satu modal terbesar umat manusia ini.

Dunia mengenal Pablo Picasso sebagai seorang legenda sekaligus seniman sejati yang menghabiskan waktunya 18 jam sehari hanya untuk melukis. Bahkan ketika dia berusia 90 tahun, Picasso masih menghasilkan lukisan yang luar biasa. Dan tahukah anda prinsip hidupnya ketika ia ditanya ? Prinsip hidupnya adalah “Saya tidak punya waktu satu detik pun untuk disia-siakan.”

Beda halnya dengan Picasso, Albert Einstein, seorang ilmuwan yang saya yakin tidak ada satu orang pun di jaman ini yang tidak pernah mendengar namanya, seseorang yang dijuluki “Si Profesor Pikun” lantaran pola pikirnya yang eksak, telah mengelompokkan aktifitas-aktifitas sosial dan aktifitas lainnya sebagai aktifitas yang menyia-nyiakan waktu. Bahkan si penemu rumus relativitas itu pun menganggap, memekai kaus kaki merupakan salah satu kerumitan hidup yang tidak perlu.

Dalam hal ini tentu saja saya tidak meminta anda bekerja hingga 18 jam sehari layaknya Picasso dan tidak pernah mengenakan alas kaki ataupun kaus kaki kemanapun anda pergi seperti Einstein. Namun hal yang menarik disini adalah renungan sejauh mana kita -anda dan tentunya diri saya sendiri- menghargai waktu sebagai mana yang saya sebut sebagai modal terbesar umat manusia itu. Karena kita tentunya tidak pernah ingin masa depan kita terabaikan bahkan hancur karena kita terlalu santai dengan waktu yang kita miliki sekarang.

Dalam hal ini William Allen pernah bertutur ” Banyak orang gagal hidup untuk hari ini. Mereka habiskan kehidupan mereka menggapai hari esok. Sesuatu yang sudah ditangan mereka hari ini, mereka lewatkan sama sekali, sebab hanya masa depanlah  yang membuat mereka penasaran….tahu-tahumasa depan sudah menjadi masa lalu”

Saya harap anda cukup mengerti perkataan William terbebut yang intinya menjelaskan bahwa kita terlalu sibuk dengan rasa penasaran kita akan masa depan kita, hingga mengabaikan berbagai kesempatan yang nyatanya sudah ada depan kita. Dan saya harap anda juga mempunyai cukup waktu untuk merenungi kata-kata tersebut dan mengambil pelajaran darinya.

Keterangan :

Ditulis hari jumat lewat tengah malam, ketika penulis belum ingin tidur dan ketika keinginan untuk menulis muncul tiba-tiba.

Referensi :

Buku Life is Choice. Oleh bang Parlindungan Marpaung. Di beli di SMM DT dengan harga Rp 39.000, beda Rp 5.100 dari buku Conquer The Dream yang awalnya ingin penulis beli.

Kronos Dan Kairos Yang Hebat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s