Tahun Pertama, Pengalaman Pertama

Ga kerasa nih semester 2 sudah usai dan sekarang udah ga ada lagi perkuliahan seperti biasanya. Malahan beberapa mahasiswa ada yang sudah merencanakan liburan panjangnya dan ada juga yang berencana ikut SP (Smester Padat/Pendek). Wah, sungguh senang ya kalo ngedenger kata liburan apalagi liburannya kita pergi bareng2 orang-orang terdekat kita ke suatu tempat yang emang kita pengen banget pergi kesana..wahh, ga kebayang tuh senengnya. So, selamat menikmati liburan ya buat yang liburan dan selamat ber sibuk ria buat temen-temen yang ikutan SP, siapkan tenaga dan kesabaran karena pasti bakal sibuk banget tuh selama sebulan itu…

oke, cukup deh pembukaannya. ngomong-ngomong soal kuliah, pengalaman satu tahun ini memang sangat berharga.Ini tahun pertama saya kuliah dan tahun pertama juga saya tinggal di Bandung.(lhoo ,, apa hubungannya??). Selama se tahun ini saya ngerasain banyak hal yang berbeda dari masa2 SMA ke masa2 kuliah. baik itu dari segi cara belajar, tugas, gaya hidup dan apalagi yaa..dan pola pikir deh kaya nya,…

oke saya akan bahas dari yang pertama, dari segi belajar.

Perpindahan dari tingkat SMP ke SMA mungkin tidak se aneh dan se grogi dari SMA ke Perguruan tinggi. Hal ini bisa disebabin karena salah satunya adalah cara belajar yang sangat berbeda. SMP dan SMA memiliki ciri atau gaya belajar yang sama. Kita belajar dalam satu ruangan dari jam 7 sampe kira2 jam 1 atau jam 2 siang. Sedangkan ini sangat berbeda dengan masa2 kuliah. Jam masuk perkuliahan tidak terjadwal dengan berurut seperti halnya waktu di SMP atau SMA, Misalkan.. hari ini kita masuk matakuliah A jam 9 pagi dan jam 1 nya lagi kita masuk matkul B dan itu dengan kelas yang berbeda pula. dan yang paling kasian sih bagi mereka yang harus masuk kuliah di gedung yang berbeda sedangkan selisih waktu dari matkul satu ke yang lainnya cuman sebentar. Hmm namanya juga perjuangan ga apa2 lah…   Dan bukan hanya itu aja kawan, belajar di kampus itu memang dituntut kemandirian dari kitanya. contohny mahasiswa harus mengontrak sendiri matkuliah yang mau dia ikuti dan bukan di tentukan semuanya dari kampus. kampus cuman menentukan matkul apa aja yang harus di kontrak dan selebihnya mahasiswa yang memilih dosennya. Tapi sebenarbya hal itu cuman berlaku buat tingkat 2 keatas, karen tingkat satu biasanya mata kuliahnya masih paket. Dan satu lagi dari segi interaksi dosen dan mahasiswa ga se intens layaknya guru dan murid di SD, SMP, ataupun SMA. Di awal perkuliahan dosen memberikan silabus dan itu harus dipahami oleh para mahasiswanya agar mereka mengerti bab2 apa aja yang akan mereka pelajari dan harus kuasai. Dan hal ini tentunya sangat berbeda dengan masa2 sekolah, dimana silabus di kuasai guru dan para murid hanya ikut saja apa yang guru berikan tanpa tau apa yang akan mereka pelajari satu semester kedepan. Siswa biasanya hanay tau bab selanjutnya saja, tapi ga tau bab2 satu semester.

Nah, itu dari segi belajar. sedangkan dari segi tugas. Tugas2 di masa perkuliahan itu lebih “menyenangkan” lho..(knpa ada tanda petiknya, wah curiga niiih..) menyenangkan bagi mereka yang haus ilmu yang pasti akan merasa senang kalau dapat banyak tugas karena itu semua dapat meningkatkan pemahamannya terhadap mata kuliah tersebut. tapi sayangnya tidak semua mahasiswa seperti ini (mungkin termasuk saya juga he…), makanya saya kasih tanda kutip di situ (oooohhh….gitu). Jadi, intinya perbedaannya yang pertama tugasnya lebih banyak. Trus jenis tugasnya bukan lagi hanya mengisi soal saja tapi tugas-tugasnya lebih bersifat analisis kritis terhadap suatu permasalahan yang berkaitan dengan matakuliah tertentu. Contohnya seperti, makalah, artikel dan kawan-kawannya. Dan hal yang terkadang menjadikan ini semua berat itu ketika hampir semua matkul memberikan tugas yang sama (makalah dsb) dengan deadline yang berdekatan, dan itu harus dipresentasikan pula. Namun dari itu semua saya menemukan satu jawaban dari pertanyaan saya dulu. “Kenapa para mahasiswa bisa pada pinter ngomong yaa…?” saya memikirkan hal itu dari ketika saya masih sekolah, sambil bengong di bawah pohon jambu di sore hari, sambil mengusap ingus saya dan saya peperkan ke baju seragam sekolah SD saya yang sudah kotor itu karena sudah seharian maen bola di lapangan. Wah,, ga deng becanda. Ga sampe se mencekam itu ko kejadiannya. Nah…. sampe mana tadi ? ?…oh iya, semenjak itu saya menemukan jawabannya, bahwa mahasiswa pada pinter dan berani ngomong itu karena mereka biasa ngomong di kampusnya. contohnya ketika diskusi, presentasi, dan sesi tanya jawab. (OOOooohh…)

Terus kalo dari segi gaya hidup dan pola pikir. Sudah jadi fakta yang  diketahui orang banyak, sebangsa dan senegara, bahwa yang namanya mahasiswa itu biasanya berasal dari luar kota(walaupun ga semua) dan tentu mereka itu biasanya pada ngekos atau tinggal didaerah sodaranya yang deket kampus, (tapi tetep kebanyakannya  sih pada ngekos). Dan fenomena ngekos ini menimbulkan suatu kejadian yang meresahkan bangsa dan negara ternyata. Oh bukan..bukan. maksudnya fenomena ngekos ini menimbulkan banyak akibat, khususnya bagi para mahasiswa itu sendiri. Contoh akibat yang pertama, yaitu mereka terpaksa harus hidup lebih mandiri karena jauh dari orang tua, dan mereka juga terpaksa harus hidup sederhana (kecuali yang bapaknya konglomerathehe..), karena biaya hidup di kota besar itu biasanya jauh lebih mahal dibanding dengan tempat tinggalnya. Belum lagi orang tuanya harus membiayai untuk biaya kuliah, kosan dan “beas-siswa” (maksudnya uang utk makan sehari2 hehehe…). Yaah, jadi mau gimana lagi dari pada  kelaparan di tempat orang mendingan hidup lebih sederhana, lagi pula hal ini memang bagus untuk pendidikan kedewasaan. Dan ini tentunya tidak kita dapat ketika masa2 sekolah dulu… gitu kawann…

And than..Mahasiswa itu biasanya rata-rata berumur 18 tahun ke atas dan ini bisa dibilang dewasa lah walaupun mungkin masih dewasa awal. Dan dari hal ini semua menimbulkan juga perbedaan tentunya dari pola pikir dan cara berpandangannya. Mahasiswa lebih berpikiran jangka panjang, memikirkan hal yang lebih jauh lagi untuk kehidupannya di masa depan. dibuktikan dengan mereka lebih memprioritaskan kuliahnya dan lebih konsentrasi disana. Saya malah pernah mendengar kaka tingkat saya bilang gini  “Kita tuh harus bener2 kalau kuliah karena kalau pas SMA kan masih ada kuliah, nah kalo udah kuliah kita mau ngapai lagi paling kan langsung kerja” . Nah maksud dari kata2 ini  adalah intinya kita harus bener2 kalo kuliah karena kuliah beda sama SMA, kalo kita bandel dan ga bener2 belajarnya kita kan masih ada harapan di masa perkuliahan nanti untuk memperbaiki itu semua, tapi kalo udah kuliah masih ga bener juga mau di perbaiki kapan lagi…gitu..      Hal ini ada benarnya juga tapi bukan berarti kalau kita masih SMA kita boleh main2 belajar, bukan begitu juga.    Dan satu lagi, semua kegiatan yang diikutinya seperti organisasi dan kegiatan2 lainnya, mereka jalani dengan serius dan bahkan organisasi atau kegiatan yang mereka ikuti seolah sudah menjadi rumah keduanya. Dan tentunya hal ini semua jelas sangat berbeda dengan masa2 sekolah yang cenderung kebanyakan siswa masih belajar disekolah hanya belajar saja bahkan mereka pergi kesekolah hanya karena ingin uang jajan dari orangtua dan takut dimarahin kalo ketauan ga sekolah, dan kebanyakan apa yang dilakukan kita ketika sekolah masih diarahkan oleh guru ataupun orang  tua biasanya.

Nahh, itu lah sekelumit kesimpulan dari semua pengalaman saya dari tahun pertama ini. Walaupun tidak begitu lengkap semoga dapat bagi kawan semua….Cerio!

jangan lupa komen ya…^_^

Tahun Pertama, Pengalaman Pertama

2 thoughts on “Tahun Pertama, Pengalaman Pertama

    1. whaaahaa jadi malu yang lebih senior ko minta bimbingannya ke yang lebih junior….hehee,..
      bang, ada blog ta? kalo ada nanti sya tempelin link blog abang di blogroll sy.. sbgai blog teman.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s