Sebagian Besar Orang Indonesia Tidak Bisa Berbicara Bahasa Inggris?

Ada suatu lelucon yang bunyinya “Anak-anak kecil di Inggris itu hebat, masih kecil sudah lancar bicara bahasa Inggris”.

Lelucon tersebut mengingatkan kita akan sebuah peribahasa yaitu “Ala bisa karena biasa “. Begitupun dalam berbahasa, perlunya latihan dan pembiasaan yang sering untuk dapat benar-benar menguasai satu bahasa. Anak-anak kecil di Inggris bisa lancar berbahasa Inggris bukan karena Ibu dan bapak mereka orang Inggris, tapi karena mereka lahir dan besar di lingkungan yang sehari-harinya memang selalu menggunakan bahasa Inggris.

Lalu bagaimana dengan kita orang Indonesia yang tidak hidup di lingkungan yang berbahasa Inggris apalagi berorangtua orang Inggris ?

Kita perlu sadari bahwa kemampuan berbahasa Inggris kita, orang Indonesia, memang masih kurang. Padahal bahasa Inggris adalah bahasa Internasional yang digunakan sebagai bahasa pertama oleh lebih dari 12 negara dengan jumlah penggunanya mencapai 350 juta orang. Bahasa Inggris juga termasuk dari the ten most studied foreign languages in the world: English, French, Spanish, Italian, Russian, Arabic, German, Chinese, Japanese and Turkish.*)

Kendatipun demikian Secara global, umumnya orang yang mengikuti tes masuk Wall Street Institute berada pada level Survival 2, 3 atau Waystage 1. Sementara rata-rata orang Indonesia dan Hongkong memulai dari level Upper Waystage 1. Sedangkan orang-orang China dan Thailand memulainya di tingkat yang lebih rendah yaitu level Waystage 2.**)

Hal tersebut memang benar adanya, tapi dengan ini kita tidak bisa dengan serta merta menyimpulkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris orang Indonesia lebih baik daripada orang-orang China dan Thailand. Karena realitanya sekarang ini masih banyak orang Indonesia yang belum bisa berbahasa Inggris. Lagipula untuk mendapatkan sebuah kesimpulan yang relevan kita harus terlebih dahulu melakukan survey ataupun penelitian yang mendalam mengenai hal tersebut.

Sekalipun hal itu memang benar, tapi paradigma orang-orang Indonesia terhadap bahasa Inggris masih kurang baik. Orang Indonesia, terutama pelajar menganggap bahwa bahasa Inggris adalah bahasa yang sulit dipelajari. Bahkan mata pelajaran bahasa Inggris termasuk mata pelajaran yang memiliki nilai rata-rata rendah di banyak sekolah di  Indonesia.

Sekali lagi, faktor pertama yang mempengaruhi banyaknya orang Indonesia yang tidak bisa berbahasa Inggris adalah Paradigma yang buruk terhadap bahasa Inggris itu sendiri. Karena sesungguhnya paradigma sangat mempengaruhi sebuah usaha dan kinerja dalam hal apapun. Seseorang yang dengan niat ingin belajar bahasa Inggris akan merasa terbebani dan sulit apabila ia menganggap dan membenarkan paradigma tersebut.

Paradigma ini sendiri timbul karena bahasa Inggris mempunyai susunan kata yang berbeda dengan bahasa Indonesia.

Misalkan, kita hendak menerjemahkan kata “buku kuning”. Dalam bahasa Inggris berarti “yellow book” bukannya “book yellow”. Dan setiap menerjemahkan kita selalu harus membalikannya. Beda halnya bila dari bahasa Indonesia diartikan ke bahasa jawa. Misalkan, “apa kabar?” dalam bahasa jawa berarti “pie kabare?”, tinggal ganti katanya saja. Belum lagi dengan tenses, dan grammar-grammar lainnya yang memang kita harus pelajari dari awal.

Faktor kedua adalah kurangnya motivasi dan usaha. Kebanyakan orang di negara kita mengatakan ”saya pengen banget bisa ngomong bahasa Inggris”. Dan hal itulah yang membuat mereka tidak banyak berkembang dalam berbahasa Inggris. Mereka hanya sekedar ingin. Karena sejatinya dalam menekuni hal apapun kita harus memiliki motivasi yang kuat dan terarah serta usaha yang maksimal.

Misalkan, seorang yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan studinya ke luar negri pasti akan memiliki niat dan usaha yang lebih kuat untuk belajar bhasa Inggris dari pada seseorang yang belajar bahasa Inggris dengan tanpa tujuan sama sekali, atau bahkan hanya sekedar ingin mendapatkan nilai yang bagus di sekolah.

Faktor yang ketiga adalah sistem penerapan mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah di  Indonesia yang lebih menekankan pada grammar atau tata bahasanya saja. Padahal dalam berbahasa kita mengenal empat kemampuan berbahasa yaitu membaca (reading), menulis (writing), berbicara (speaking), dan mendengar (listening). Empat kemampuan dasar itu harus benar-benar terlatih secara komprehensif apabila kita memang benar-benar ingin menguasainya.

Maka tidak aneh apabila kita yang telah belajar bahasa Inggris dari SD atau bahkan TK sampai SMA atau Perguruan Tinggi, masih merasa sangat kurang dalam berbahasa Inggris. Itu semua salah satunya karena mata pelajaran bahasa Inggris di negara kita hanya difokuskan kepada dua aspek saja yaitu membaca (reading) dan menulis (writing) sebagai bahan penilaian, kalaupun ada materi mendengar (listening), itu tidak banyak di sampaikan dibandingkan dengan kedua aspek tadi. Ditambah lagi materi mendengar (listening) umunya hanya ada di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas laboratorium bahasa saja, sedangkan bagi sekolah yang tidak memiliknya hanya mendengarkan dari gurunya, dan itu tentu akan berbeda cara dan juga hasil pembelajarannya.

Faktor yang keempat yaitu bahasa Inggris dianggap sebagai bahasa asing. Hal ini erat kaitannya dengan akronim sebuah tes kemampuan berbahasa Inggris yaitu TOEFL. TOEFL itu sendiri bila diartikan kedalam bahasa Indonesia adalah tes kemampuan bahasa Inggris sebagai bahasa asing, buka sebagai bahasa kedua atau bahasa pertama.

Kesimpulannya, pemerintah melalui diknas dan para pakar pendidikan harus mampu merubah paradigma bahasa inggris adala bahasa asing. Sebab semakin asing sesuatu, semakin kita tidak mengenalnya apalagi mampu menggunakannya. Padahal, bangsa Indonesia adalah bangsa dengan kemampuan melimpah dan SDM yang berjumlah banyak, sehingga menjadi potensi untuk menjadi pengawal dunia.***)

Faktor selanjutnya adalah bahasa Inggris kurang di aplikasikan dalam kehidupan sehar-hari. Dalam kasus ini kita bisa lihat negara tetangga kita, Malaysia, yang kebanyakan orang-orangnya sudah bagus berbahasa Inggris, terutama pelajar. Mereka memiliki kemampuan berbahasa Ingris yang lebih baik dari kita karena seringnya mereka menggunakan bahasa Inggris itu dalam kehidupan sehari-hari, serta mereka menganggap bahasa Inggris adalah bahasa kedua setelah bahasa nasional mereka yaitu bahasa Melayu.

Jadi apabila kita hendak menjadi negara yang mampu berbuat banyak di mata dunia, tidak bisa dielakan lagi bahwa kita harus menguasai bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris adalah bahasa lingua franca dalam pergaulan dunia Internasional dan bahasa persatuan yang resmi antar negara-negara di dunia. Dan keempat faktor tersebut harus kita hilangkan dalam diri kita untuk dapat mempelajari dan dapat menguasai bahasa Inggris itu dengan sebaik-baiknya.

KUTIPAN :

*)      Dikutip dari Kompas. Edisi

**)    Wall Street Institute adalah sebuah lembaga pembelajaran bahasa inggris yang metode belajar mengajarnya telah memiliki                             sertifikat ISO 9001:2000. Dan telah memiliki cabang di 27 negara, salah satunya di Indonesia, yaitu di Jakarta.

***)  Dikutip dari situs http://www.bahasainggris.net

Sebagian Besar Orang Indonesia Tidak Bisa Berbicara Bahasa Inggris?

2 thoughts on “Sebagian Besar Orang Indonesia Tidak Bisa Berbicara Bahasa Inggris?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s