Passion: Antara Harapan dan Realita

Secara istilah passion adalah perasaan emosional, antusiasme dan hasrat yang kuat terhadap suatu hal. Passion tidak sama dengan hobi yang sifatnya lebih kepada hiburan. Saat anda menyukai sesuatu dan ingin menekuninya lebih dalam bahkan ingin hal tersebut menjadi jalan hidup anda, maka itulah passion anda.

(Sumber: Facebook)

Continue reading “Passion: Antara Harapan dan Realita”

Passion: Antara Harapan dan Realita

Pragmatisme Menjalari Kita

Siswa yang mencontek saat ujian dan mahasiswa yang hanya mengejar titel dan ijazah adalah contoh kecil dari pragmatisme dalam konteks negatif yang banyak ditemui di sekitar kita. Ironisnya hal-hal tersebut terjadi dan dipupuk semenjak di dunia pendidikan yang justru diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang utuh dan bermarwah.

Continue reading “Pragmatisme Menjalari Kita”

Pragmatisme Menjalari Kita

Upacara Seren Taun atau Sedekah Bumi: Antara Pelestarian Budaya dan Potensi Praktik Syirik

Upacara seren taun atau sedekah bumi ini sebenarnya dilakukan di banyak tempat di Indonesia bukan hanya di tanah pasundan. Hal ini dikarenakan profesi masyarakat Indonesia yang mayoritas petani.

Continue reading “Upacara Seren Taun atau Sedekah Bumi: Antara Pelestarian Budaya dan Potensi Praktik Syirik”

Upacara Seren Taun atau Sedekah Bumi: Antara Pelestarian Budaya dan Potensi Praktik Syirik

Kata “kebetulan” Tidak Lagi Relevan

Kata “kebetulan” sudah tidak lagi relevan. Saya pribadi sudah jarang menggunakan kata tersebut. Bahkan sepertinya Pusat Bahasa Kemendikbud harus menghilangkannya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pasalnya bagi orang yang beragama dan mempercayai takdir, semua hal yang terjadi dalam hidup kita sesungguhnya sudah direncanakan dan ditetapkan oleh Sang Pembuat skenario. Sekalipun kita telah berusaha mati-matian untuk mendapatkan sesuatu namun jika itu bukan takdir kita, kita tidak akan pernah mendapatkannya. Rencana kita yang gagal adalah bukti bahwa takdir itu ada dan nyata.

Continue reading “Kata “kebetulan” Tidak Lagi Relevan”

Kata “kebetulan” Tidak Lagi Relevan